header-post-inside

Kompetisi Dunia Kerja Tidak Memberi Ruang Kepada Orang-Orang yang Rendah Diri, Pesimis dan Penakut

9stietotalwin.ac.id – Saat ini tidak ada perbedaan yang signifikan antara lulusan PTN atau PTs, karena mutu Perguruan Tinggi, Program Studi dan lulusan tidak ditentukan oleh status PTN atau PTS, tetapi lebih ditentukan oleh peringkat akreditasi dan kompetensi individu mahasiswa.

Setiap lulusan PTN maupun PTS harus memiliki daya jual dan daya saing yang tinggi untuk memenangkan kompetisi di dunia kerja dan dunia usaha pada kancah Nasional maupun Internasional.

“Muda, Mandiri dan Kreatif” begitulah bunyi dari taglineSTIE Totalwin. Selaras dengan semangat Entrepreneur yang ditanamkan kepada setiap mahasiswa sejak pertama masuk di STIE Totalwin Semarang. Lulusan STIE Totalwin Semarang diharapkan menjadi entrepreneur-entrepreneur muda yang handal,  mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga berpartisipasi dalam upaya mengurangi masalah pengangguran di Indonesia saat ini dan kedepannya.

“Sebagai lulusan PTS, para wisudawan tidak boleh rendah diri dan merasa kelas dua. Kompetisi dunia kerja tidak memberi ruang kepada orang-orang yang rendah diri, pesimis dan penakut. Begitu pula dunia kerja tidak menanyakan dan menguji saudara dari status perguruan tingginya, tetapi dari peringkat akreditasi sebagai ukuran mutu lembaga, dan dari kompetisi personal saudara sebagai ukuran mutu lulusannya.”

Ungkapan tersebut disampaikan Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. DYP Sugiharto pada saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Diploma STIE Totalwin yang berlangsung di Hotel Grand Arkenso Parkview Semarang, Sabtu, 23 Juli 2018.

Menurut beliau, sudah banyak terbukti dan teruji, Institusi dan Program Studi di PTS lebih tinggi peringkat akreditasinya dibanding PTN, serta sudah teruji dan terbukti pula lulusan PTS lebih hebat kompetensinya dibandingkan lulusan PTN.

Kepada wisudawan Koordinator mengingatkan jika saat ini berada di era perubahan radikal yang dikenal dengan sebutan disrupsi inovasi dan revolusi industri 4.0. “Fenomena yang mengemuka di era ini adalah perubahan yang sangat cepat, sulit diprediksi, semakin rumit, dan multitafsir.” tegas Prof. DYP Sugiharto.

Untuk memenangkan kompetisi dunia kerja, lengkapi gelar, ijazah dan IPK yang diperoleh dengan penguatan daya juang, kreativitas dan kolaboratif membangun jejaring kerja. “Untuk penguatan daya juang, jadilah generasi tahan banting dan tahan uji.” sarannya kepada wisudawan.

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>